Postingan

Podcast sebagai Obat Listening

Listening memang skill yang pasif, tapi membangun lingkungan yang cocok dan mendukung skill kita di listening sangat membantu untuk meningkatkan band score IELTS kita. Selain sering melakukan scoring atau latihan soal di rumah, ada obat yang bisa membantu kita yaitu podcast.  What's that? gampangnya, nempelin headset di telinga kita untuk mendengarkan conversation atau lectures. Buat apa sih? Tujuannya adalah biar telinga kita familiar dengan percakapan bahasa inggris khususnya accent british, biar kita bisa menciptakan lingkungan dengan 'suara bule'. Ini sangat membantu apabila kita tinggal di lingkungan yang non-english. Bingung dapat darimana podcastnya? Ada banyak sumber yang bisa membantu mendapatkan podcast, seperti BBC news atau YouTube juga menyediakan berbagai video dengan accent british yang useful. Kalau kalian termasuk type orang yang cepat bosen, kayak aku haha, aku mengakali dengan nonton film atau TV show seperti Ellen show tanpa subtitle, atau bisa ju...

Coba IELTS Pre-Test

Gambar
Surely, banyak calon IELTS test takers pasti cemas mau ngeluarin 3 juta buat tes IELTS. secara, jika hasil band kita belum memenuhi requirements kampus atau beasiswa, we should take IELTS again and again, sampai band nya mencapai target. So, untuk pemanasan dan uji coba (mungkin istilahnya), karena ini pengalaman pertama mau tes IELTS bulan Agustus, saya bersama temen-temen kursus Mr. Alex Course ambil pre-test full skills of IELTS di ION Yogyakarta sekitar dua minggu sebelum jadwal real testku. Seperti apasih pre-test? jadi, kami melakukan 4 tes : listening, reading, writing, dan speaking. Untuk tes listening, sepertinya belum bisa merefleksikan real test sebab kami menggunakan earphone dari komputer namun, untuk tiga tes lainnya, seperti real test. Tes listening dan reading mungkin tidak jauh berbeda atau bisa kita ukur sendiri kemampuannya lewat latihan dirumah atau kursusan. Nah, gimana nih buat writing dan speaking, which is examiner nya di real test adalah native speaker y...

Story of Cancer Survivor (Part 2)

Tetapi, dua bulan setelah menjalani terapi, cerah di wajahnya mulai terpancar. Setiap bicara kata-katanya mulai tampak tegas seperti dulu saya kenal ketika mahasiswa. Dia seperti terlahir kembali sebagai perempuan yang sehat dan kuat. Pembalut _(pampers)_ untuk orang nifas yang dulu setiap hari dikenakan berganti-ganti sebanyak 13 kali, sekarang cukup sekali saja. Itu pun lebih sebagai jaga-jaga kalau tak bisa menahan buang air. Dulu ketika mules menyerang, dia sama sekali tak bisa menahan dan maaf, langsung crot! dan basah. Sedih banget rasanya dia tidak bisa menjaga keadaan badannya dari hadats atau najis, kondisi suci yang dipersyaratkan umat Islam ketika mendirikan sholat. Dan rencana umroh yang sudah dijadwalkan pun tiba. Semua keluarga berangkat ke tanah suci pada Februari 2017 lalu. Tapi, umroh ini bukan lagi sebagai salam perpisahan seorang istri kepada suami yang sudah setia mendampinginya, atau pesan terakhir ibu kepada ketiga anak-anak yang sangat dicintainya, melainkan ...

Story of Cancer Survivor (Part 1)

This is a true story, based on my mom's life story -a cancer survivor- and written by a journalist (my mom's junior in bachelor degree) -Hasan Aoni Aziz- "Kanker Kolon dan Umroh Perpisahan yang Batal" Pada akhir Desember yang basah 2016 lalu, saya dihubungkan kmbli melalui jaringan telepon dgn kakak kelas kami, yang 27 tahun lalu memimpin kegiatan masa pengenalan mahasiswa baru di kampus kami. Dia dulu saya kenal sebagai perempuan sangat tegas dan kuat dari resimen mahasiswa. Meski ketegasannya msh bisa saya tangkap dr ujung telepon ketika kami berkomunikasi, tapi kekuatannya kelihatan mulai mengendur. Bicaranya agak melemah. Mungkin karena _rectum cancer_ mulai menggerogoti tubuhnya sejak beberapa tahun belakang ini. Kanker yang mengalami _carsinoma recti_ atau pengganasan yang sudah  menyerang daerah rektum atau bagian akhir jaringan kolon atau usus terpanjang, yang berada hanya beberapa inci dari anus. Semula saya tak perhatikan bunyi HP yang berdering pagi ...

Cuplikan Cerita Pejuang IELTS

Ingin tau keseruan saya dan teman-teman berjuang untuk mendapat IELTS band 6.5+? Yuk, check di link berikut :) Jangan lupa, subscribe dan like ya. Thank you! Mr. Alex Course Part 1 Mr. Alex Course Part 2 Mr. Alex Course Part 3

Mr. Alex Course, Kampung Inggris

Gambar
Banyak para pengejar beasiswa pergi mencari kursusan IELTS terbaik yang dapat membantu mereka meraih skor target IELTS agar diterima di kampus impian. Begitupun dengan saya, impian saya untuk dapat membantu negeri ini di bidang Biomedical Science, mengantarkan saya untuk belajar IELTS di Mr. Alex Course, Kampung Inggris, Pare. Sistem pembelajaran di Mr. Alex Course yang super-intensif selama sebulan di kelas privat, sangat membantu saya memahami konsep dasar dari setiap skill di tes IELTS. Selain itu, Mr. Alex Chandra langsung terjun di kelas untuk mengajarkan tips dan trik mengerjakan tes IELTS, apalagi beliau hafal setiap nama dan paham dengan setiap karakter serta kelebihan dan kekurangan dari siswanya pada setiap  skill di IELTS. Dengan kelas yang privat, sekitar 10-15 anak, saya juga merasa sangat bebas bertanya materi yang kurang saya pahami, sehingga setiap member dapat memahami dengan baik masing-masing kesulitanya Belajar IELTS tentu juga diperlukan banyak latihan soa...

Support System in Mr. Alex Course

Gambar
Well, tulisan kali ini mungkin agak nyantai tapi crucial banget. Why? Jadi, untuk mencapai impian studi keluar negeri itu nggak mudah karena pasti motivasi kita akan naik turun. Ada saatnya dimana kadang kita malas, pesimis, atau bahkan menyerah. Saat inilah dibutuhkan support system di sekitar kita -selain orang tua dan keluarga- yakni teman. Belajar IELTS di Mr. Alex Course akan mempertemukan dan mengenalkan kita dengan pejuang beasiswa dari seluruh Indonesia, dari berbagai kampus yang berbeda background dan usia. Inilah yang mengasyikkan dan banyak sekali positive impact yang bakal kita dapatkan. Dengan mengenal yang lebih tua, baik akan daftar untuk S2 atau S3, kita dapat belajar dan bertukan pengalaman dengan mereka, sedangkan dengan yang lebih muda, semangat nya akan mendorong semangat kita. Selama sebulan di Mr. Alex Course, saya berkenalan dengan teman-teman dari IPB, UB, UGM, UNAIR, dan ada yang masih baru lulus SMA atau sudah lama bekerja di perusahaan besar di Jakarta....