Sepenggal Kisah Tentang Ibu (2)
Jauharotul Farida, TIGA TAHUN MENARIK ZAMAN Seorang perempuan berjilbab yang sangat tegas bahkan dibanding lelaki sekalipun memimpin barisan mahasiswa baru pada 1989 di UIN Walisongo (dulu IAIN). Ia komandan resimen mahasiswa atau Menwa. Degup jantung mulai terpacu memikirkan adakah yang kurang pada seragam kami atau perlengkapan lain setiap komandan itu melakukan defile. Saya bagian dari mahasiswa baru itu. Suasana tegang itu biasanya berlalu setelah satu-dua mahasiswa ditegur oleh kesalahan yang mungkin sepele. Tapi, yang sepele-sepele ini kadang suka bikin sebagian orang grogi dan melakukan kesalahan baru. Komandan Menwa kembali ke muka. Aman, pikirku, tapi tidak setelah itu. "Siapa yang cekikikan di belakang?!" Ia kembali masuk barisan. Mana mungkin ada yang tertawa, berdehem saja tak berani. Bagaimana bisa dia mendengar suara itu? Setiap komandan mungkin punya gimmick. Celakanya, setiap gimmick itu diterapkan, setiap itu pula selalu memacu jantung kami. Jauharotul ...


Komentar
Posting Komentar