Mengenal Kisah Cinta Sel Imun pada Sistem Pertahanan Tubuh Manusia




Menjalin sebuah hubungan cinta dan rumah tangga tentu tidak mudah bukan? Ada pahit sepahit kopi dan manis semanis madu yang menghiasi kehidupan sepasang kekasih. Ternyata, sel sel imun dalam tubuh manusia melakukan interaksi yang sangat harmonis dan patut kita contoh dalam memulai dan menjalin cinta kasih.


(Abbas, et al. 2016)

1. Ta'aruf dan Kecocokan
Sebelum memilih pasangan, alangkah baiknya bila kita benar benar memilah dan memilih calon pasangan kita. Tentunya berdasarkan landasan agama, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan. Selanjutnya diperlukan perkenalan atau ta'aruf yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bila sudah sesuai dengan kriteria dan cocok, jangan lupa untuk istikhoroh, meminta pada Sang Pemilik Cinta.

Rasulullah bersabda, “Jangan kamu menikahi wanita semata-mata karena kecantikannya, boleh jadi kecantikannya itu akan membinasakannya dan janganlah kamu menikahinya semata-mata karena hartanya, boleh jadi harta itu akan menyebabkan kedurhakaannya, tapi nikahilah olehmu yang beragama. Sesungguhnya wanita yang tak berhidung lagi tuli, tetapi beragama lebih baik bagimu.” (Hadist Riwayat Abdullah bin Humaid).

Ternyata sel-sel imun juga melalukan ta'aruf lho. Coba perharikan, bagimana bisa tubuh kita dapat membedakan harus menyerang sel tubuh kita sendiri atau benda asing seperti debu, virus, atau bahkan makanan? Tentu diperlukan adanya perkenalan sehingga sel imun justru tidak menyerang tubuh sendiri dan menyebabkan penyakit autoimun. Ketika bakteri atau virus menyerang tubuh manusia, ada suatu proses di dalam sel yang bertugas untuk menyederhanakan komponen bakteri/virus atau hanya mengambil bagian yang paling antigenic. Lalu bagaimana? Apakah sudah selesai? Bagian antigenic inilah yang kemudian dikenalkan oleh APC (Antigen Presenting Cells) kepada sel T. Jadi, tanpa adanya APC atau perantara, sel T tidak bisa mengenali antigen.

Begitu pula dengan memulai suatu hubungan, kita dianjurkan untuk adanya perantara seperti sahabat atau keluarga dari calon pasangan kita untuk mengetahui lebih dalam tentang dirinya, bukan? Seperti halnya dalam suatu pepatah Arab:

عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه فكل قرين بالمقارن يقتدي

Kembali ke perkenalan antigen dengan sel T, bahwa tidak semua antigen bisa dikenalin oleh sel T karena sistem pertahanan tubuh adaptive bersifat spesifik yang artinya bila tidak ada kecocokan maka sel T tidak memberikan response. Nah, dalam memulai hubungan tentu harus ada kecocokan, sefrekuensi, dan setujuan bukan? atau dalam hukum fiqh disebut ka faah dengan beberapa penjelasan detail dalam kitab kuning seperti Bughyatul Mustarsyidin karangan Sayyid Ba’alawi Al-Hadhrami.


2. Kerjasama dan Sabar
Setelah dimulai nya ikatan pernikahan, tentu tidak semudah yang ada di kisah cinta klasik dunia dongeng, karena akan ada banyak masalah yang dihadapi. Mulai dari hal receh tentang perbedaan pendapat, hal finansial yang terkadang menjadi ujian terberat, atau adanya pihak ketiga yang mengancam hubungan rumah tangga.

Dalam sistem pertahanan tubuh manusia, diperlukan kerjasama yang kuat juga antara sel sel imun dalam melawan dan mempertahankan imunitas tubuh manusia. Sistem ini tidak sesederhana yang kita bayangkan karena ternyata Allah telah mengatur betapa kompleksnya sistem tersebut yang kemudian tanpa kita suruhpun untuk melawan bakteri jahat, mereka sudah siap berperang.

Ada dua sistem utama dalam imunitas tubuh, yakni bawaan (innate) dan adaptive. Sistem imun bawaan adalah sistem pertahanan pertama dan tidak bersifat spesifik, artinya semua benda asing yang berbahaya akan dinetralisir oleh sistem yang saling bekerjasama, seperti kulit, urin, air mata, keringat, cilia, asam, enzim, dan beberapa sel imum dalam tubuh yang memakan patogen yakni seperti makrofag dan neutrofil. Sistem pertahanan yang kedua, adaptive, bersifat spesifik seperti yang sudah dijelaskan di atas. Antara sel B dan sel T memiliki tugas nya masing-masing namun mereka saling bekerjasama dan membantu.

Pembagian tugas dalam berumah tangga juga sangat penting dengan saling bekerja sama, bukan hanya istri saja yang harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak. Peran suami dalam membantu pekerjaan rumah tangga juga dapat meningkatkan keharmonisan dalam keluarga. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Kasus Covid19 di Thailand?